Rabu, 05 Oktober 2016

Setelah Nabi Adam, Ada Semar Sang Pembawa Ajaran Langit (Agama Tauhid) Untuk Nusantara

Setelah Nabi Adam, Ada Semar Sang Pembawa Ajaran Langit (Agama Tauhid) Untuk Nusantara

Adalah satu kekeliruan, jika kita beranggapan Leluhur masyarakat Nusantara, adalah penganut animisme, penyembah benda-benda alam.

Leluhur Nusantara di masa purba, telah memiliki keyakinan monotheisme, yang disebut "Ajaran Kapitayan".


Berbagai kajian telah dilakukan untuk mencari data tentang Etnis penghuni Nusantara,  bahwa sejak masa "Berburu" pada jaman Purba, manusia sudah mengenal keyakinan dan harapan yang menjadi cikal bakal Agama Purba. Sejak jaman Pleistosen akhir para penghuni Nusantara sudah mengenal peradaban yang berkaitan dengan Agama, dari berbagai hasil budaya batu purba seperti Menhir, Dolmen, Yupa, Sarkofagus, dan punden berundak membuktikan bahwa penghuni Sudah mengenal Agama dengan berbagai ritual pemujaanya. berlanjut ke jaman perunggu sampai ke jaman logam banyak ditemukan hasil galian yang berhubungan dengan penguburan mayat dan kegiatan sosial yang mengindikasikan bahwa ada hubungan antara prilaku sosial dan Agama pada kehidupan penghuni Nusantara.

P.Mus dalam L.Inde vue de I'est . Cultes Indiens Etindigenes au Champa menjelaskan bahwa pada zaman purbakala pernah terdapat kesatuan kebudayaan pada wilayah yang luas meliputi India, Indochina, dan Nusantara termasuk kepulauan di wilayah Pasifik, mereka percaya kepada sesuatu yang ghaib dibalik benda-benda yang besar dan luas yang telah memberi keberuntungan atau kesialan dalam kehidupan mereka, juga percaya bahwa ada orang-orang tertentu yang memiliki kedaulatan untuk memanggil, mendamaikan atau mengusir kekuatan ghaib tersebut. Kepercayaan tersebut yang disalah artikan oleh Ilmuan Orientalis dengan istilah Animisme dan Dinamisme.

kepercayaan yang disebut P.Mus sebagai Animisme Dinamisme tersebut pada hakikatnya adalah Agama Kuno penduduk Nusantara yang dalam istilah jawa dikenal dengan nama Kapitayan. Agama yang sudah dianut sekian lama sejak Masa Paleolitikum hingga zaman Modern dengan nama yang berbeda-beda di setiap wilayahnya seiring dengan perkembangan ras manusia dan membentuk suku-suku di Nusantara, Seperti berbeda-bedanya bahasa di setiap suku, Nama agama ini pun menjadi berbeda-beda di setiap wilayahnya seperti Isilah Sunda Wiwitan pada suku Sunda, Kejawen pada suku Jawa, Kaharingan/Tjilik Riwut pada suku Dayak, Ugamo Malim pada suku Batak dan nama yang lain pada setiap suku yang berbeda sebelum datangnya pengaruh Indus dan China pada awal abad Masehi dan membentuk kerajaan-kerajaan baru dengan agama baru.


AGAMA KAPITAYAN

Dalam keyakinan penganut kapitayan di Jawa, leluhur yang pertama kali dikenal sebagai penganjur Kapitayan adalah Danghyang Semar keturunan tegas dari Manusia Modern (Homo Sapiens) pertama yang di turunkan ke dunia yaitu Adam. Dalam kitab kuno Pramayoga dan Pustakaraja Purwa Silsilah Nabi Adam sampai Danghyang semar dijelaskan sebagai berikut :


Situs Semar Di Sirah Cipaku Sumedang
Nabi Adam => Nabi Syis => Anwas dan Anwar => Hyang Nur Rasa => Hyang Wenang => Hyang Tunggal => Hyang Ismaya => Wungkuhan => Smarasanta (Semar)


Dalam keyakinan penganut Kapitayan, leluhur yang pertama kali sebagai penyebar Kapitayan adalah Dang Hyang Semar putera Sang Hyang Wungkuham keturunan Sang Hyang Ismaya. Yang mengungsi ke Nusantara bersama saudaranya Sang Hantaga (Togog) akibat banjir besar di Negara asalnya dan akhirnya Semar tinggal di Jawa dan Togog di luar Jawa. Sedangkan saudaranya yang lain yaitu Sang Hyang Manikmaya, menjadi penguasa alam ghaib kediaman para leluhur yang disebut Ka-Hyang-an.

Secara sederhana, Kapitayan dapat digambarkan sebagai suatu ajaran yang memuja sembahan utama yang disebut Sanghyang Taya yang bermakna hampa, kosong, suwung, awang uwung. Taya bermakna yang Absolute, yang tidak bisa dipikirkan dan dibayang bayangkan, tidak bisa didekati dengan panca indera. Orang jawa kuno mendefinisikan Sanghyang Taya dalam satu kalimat "Tan kena Kinaya Ngapa" yang artinya tidak bisa diapa-apakan keberadaan-Nya. Kata Taya bermakna tidak ada tapi ada, ada tetapi tidak ada. Untuk itu agar bisa dikenal dan disembah manusia, Sanghyang Taya digambarkan mempribadi dalam nama dan sifat yang disebut Tu atau To, yang bermakna seutas benang, daya ghaib yang bersifat Adikodrati. 



Tu atau To adalah tunggal dalam dzat, Satu pribadi. Tu Lazim disebut Sanghyang Tu-nggal, Dia memiliki dua sifat, yaitu kebaikan dan ke-tidak baikan. 

Tu yang bersifat baik disebut Tu-han dengan nama Sanghyang Wenang, Tu yang bersifat tidak baik disebut han-Tu dengan nama Sang Manikmaya.  Baik Sanghyang Wenang dan Sang Manikmaya adalah sifat saja dari sanghyang Tunggal yang Ghaib.

Oleh karena Sanghyang Tunggal dengan dua sifat utamanya itu bersifat ghaib, untuk memujanya dibutuhkan sarana yang bisa didekati oleh panca in
era dan alam pikiran manusia. demikianlah, dalam ajaran kapitayan dikenal keyakinan yang menyatakan bahwa kekuatan sang taya yang mempribadi dalam Tu atau To itu ada dibalik segala sesuatu yang memiliki nama Tu atau To seperti : wa-Tu (Batu), Tu-lang, Tu-ndak (bangunan berundak), Tu-tud (hati,limpa), To-san (pusaka), Tu-ban (mata air), To-peng, Tu-rumbuk (pohon beringin), Tu-gu.





Dalam melakukan puja bakti sesembahan kepada Sanghyang Taya maka disediakan sesaji Tu-mpeng dalam Tu-mpi (keranjang anyaman bambu), Tu-ak (arak), Tu-kung (sejenis ayam) untuk dipersembahkan kepada sanghyang Tu-nggal yang sifat gaibnya tersembunyi dibalik sesuatu yang memiliki daya ghaib seperti wa-Tu, Tu-gu, Tu-rumbuk, Tu-lang, Tu-ndak, To-san, To-ya. 



Namun untuk melakukan permohonan yang tidak baik, persembahan ini akan ditujukan kepada han-Tu yang bernama sang Manikmaya dengan persembahan yang buruk bernama Tu-mbal. 


Berbeda dengan persembahan sesaji kepada Sanghyang Tu-nggal yang merupakan puja bakti melalui pelantara, para Rohaniawan kapitayan melakukan sembah-Hyang langsung kepada Sanghyang Tu-nggal di suatu ruangan khusus bernama Sanggar, bangunan persegi empat beratap Tu-mpang, dengan Tu-tuk (lubang) di dinding sebelah timur sebagai lambang kehampaan Sanghyang Taya, dengan mengikuti aturan tertentu :



- Mula mula sang Rohaniawan melakukan Tu-lajeg (berdiri tegak) menghadap Tu-tuk (lubang) dengan kedua tangan diangkat keatas menghadirkan Sanghyang Taya kedalam Tu-tud (hati), setelah merasa Sanghyang taya hadir didalam hati, kedua tangan diturunkan di dada tepat pada Tu-tud (hati), posisi ini disebut Swadikep (sidakep/memegang ke-akuan diri), proses Tulajeg ini dilakukan dalam tempo lama.

- Setelah tulajeg selesai, sembahyang dilanjutkan dengan posisi Tu-ngkul (membungkuk memandang kebawah) yang juga dilakukan dalam tempo yang relatif lama.

- Lalu dilanjut kan dengan posisi Tu-lumpuk (bersimpuh dengan kedua tumit diduduki) dilakukan dalam relatif lama.

- Yang terakhir, dilakukan dengan posisi To-ndhem (bersujud seperti bayi dalam perut ibunya) juga dilakukan dalam tempo yang lama.

Setelah melakukan sembahyang yang begitu lama itu, Rohaniawan Kapitayan dengan segenap perasaan berusaha menjaga keberlangsungan Sanghyang taya yang sudah disemayamkan didalam Tu-tud (hati).

Seorang pemuja Sanghyang Taya yang dianggap saleh akan dikaruniai Tu-ah (kekuatan gaib yang bersifat positif) dan Tu-lah (kekuatan gaib penangkal negatif). 

Mereka yang memiliki Tu-ah dan Tu-lah itulah yang dianggap berhak menjadi pemimpin masyarakat dengan gelar ra-Tu atau dha-Tu.

Dalam ajaran kapitayan, para ra-Tu atau dha-Tu yang sudah dikaruniai Tu-ah dan Tu-lah setiap gerak geriknya akan ditandai oleh Pi, yaitu kekuatan dari sanghyang taya yang tersembunyi. itu sebabnya ra-Tu atau dha-Tu menyebut diri dengan kata ganti Pi-nakahulun

- jika berbicara disebut Pi-dha-Tu (Pi-dato)
- jika memberi pengajaran disebut Pi-wulang
- Jika memberi petunjuk disebut Pi-tuduh
- jika memberi nasihat disebut Pi-tutur
- jika memberi hukuman disebut Pi-dana
- jika memancarkan wibawa disebut Pi-deksa
- jika meninggal dunia disebut Pi-tara


Seorang ra-Tu atau dha-Tu adalah pengejawantahan kekuatan ghaib Sanghyang Taya, Citra pribadi sanghyang Tunggal.

Demikianlah ajaran yang dianut oleh bangsa Nusantara sejak zaman purba dan masih bertahan sampai hari ini dengan nama dan cara yang berbeda seiring dengan perkembangan ras manusia beserta kebudayaanya. pada masa Modern, ajaran tersebut masih secara utuh dianut oleh sebagian masyarakat suku pedalaman dengan istilahnya masing-masing seperti
Sunda Wiwitan pada suku Sunda, Kejawen pada suku Jawa, Kaharingan/Tjilik Riwut pada suku Dayak, Ugamo Malim pada suku Batak.

Adapun agama-agama yang sekarang ada adalah pengaruh dari luar yang baru datang sejak awal Abad Masehi, seperti Agama Hindu dan Budha dari India dan China, Agama Kristen dari Eropa, dan Agama Islam yang merupakan pengaruh dari berbagai negeri seperti Persia, Arab, Rum, Gujarat, Tiongkok dan Champa.
=======================
Seluruh tulisan ini merupakan hasil kajian Pesantren Ramadhan bersama Ki Ngabehi H.Agus Sunyoto yang diselenggarakan di Pesantren Global Trabiyyatul'arifin, Pakis, Swojajar, Malang.


Kamis, 22 September 2016

Menurut Ketua Majelis Hakim Tipikor Seharusnya La Nyalla Mattalitti Bebas, Tapi..

Menurut Ketua Majelis Hakim Tipikor Seharusnya La Nyalla Mattalitti Bebas, Tapi..
Putusan sela terkait eksepsi yang diajukan terdakwa La Nyalla Mattalitti tidak dicapai dengan suara bulat. Dua hakim ingin eksepsi yang diajukan diterima agar La Nyalla bisa bebas.
 
Dua hakim yang setuju eksepsi La Nyalla diterima yakni Hakim Ketua Sumpeno dan Hakim anggota Baslin Sinaga.

"Menimbang bahwa tidak dapat mencapai musyawarah mufakat secara bulat maka akan dijatuhkan putusan sesuai suara terbanyak," kata Baslin.

Lantaran tiga hakim lain yakni Masud, Anwar, dan Sigit herman berpendapat kalau eksepsi ditolak, maka hakim memutuskan eksepsi ditolak. Dakwaan jaksa dinilai sudah dibuat dengan cermat, jelas dan tepat sehingga bisa menjadi pedoman dalam menyusun dakwaan dan persidangan bisa dilanjutkan. (http://news.metrotvnews.com/hukum/4KZXG4Wb-dua-hakim-tipikor-ingin-la-nyalla-bebas)

Menanggapi hal tersebut, Bajo Suherman ketua PP Surabaya sangat menyayangkan adanya ketidak-patuhan hakim kepada pimpinan.

"Aneh, bahwa ada hakim anggota tidak patuh pada hakim ketua. Ini namanya mbalelo, dan sangat disayangkan bahwa hakim ketua tidak tegas atau plin-plan sehingga menuruti keinginan dari anggotanya yang tidak taat serta tidak loyal pada pimpinan", ujar ketua perkumpulan pemuda Surabaya itu.

Untuk itu menurut Bajo, bagi tiga hakim anggota yang mbalelo perlu ada sanksi yang tegas karena tidak taat dan tidak loyal kepada pimpinan. "Selain melawan pada hakim ketua, mereka juga melawan ketua Mahkamah Agung (MA), karena dengan tegas bahwa ketua MA Prof Hatta Ali sudah menyatakan bahwa La Nyalla Mattalitti adalah keponakan langsung dari beliau", katanya.

"Sanksi juga perlu diberikan pada hakim ketua, karena tidak berlaku tegas pada anggotanya. Padahal tindakan tiga hakim anggota itu sama saja dengan tidak menjaga kehormatan lembaga MA sebagai lembaga peradilan yang membawahi para hakim", pungkasnya.



Senin, 19 September 2016

Confirm Running : 1.Certification Graphologist for Recruitment; 2.HR for Non HR Manager; 3.How to Identify Training Need (TNA)




Value Consult Public Training
Creating value for your business
Website : www.valueconsulttraining.com
Click HERE to Unsubscribe from Our Newsletter
2 Day Workshop
Certification Graphologist for Recruitment / Assessment
InterContinental Jakarta Midplaza /The Park Lane Hotel / Swiss-Belresidences Kalibata , Jakarta, 10-11 Oct 2016
Time : 09:00 - 17:00
Early Bird : Rp. 4.050.000,-
 
Dilihat dari luar, pekerjaan Tim Rekrutmen sepertinya mudah dan sederhana. Calon tenaga kerja atau kandidat terlihat berlimpah. Dalam kegiatan job fair, para pelamar datang memenuhi lokasi. Demikian juga lamaran melalui iklan media cetak maupun online banyak berdatangan.
Namun dari dalam proses rekrutmen seringkali menghabiskan tenaga dan pikiran. Banyak data kandidat tidak sebanding dengan pemenuhan kualifikasi dari jabatan yang dicari. Saringan administratif seringkali tidak menyisakan banyak kandidat untuk proses tes dan interview.
Proses tes kandidat juga menjadi persoalan tersendiri dalam proses rekrutmen. Saat ini alat tes rekrutmen yang ada relatif mahal, lama dan kurang akurat. Hasil dari tes rekrutmen tidak menjamin kandidat yang diterima adalah "the right man on the right place". Salah rekrutmen pada akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih besar dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Kebutuhan alat tes rekrutment menjadi penting apalagi bila memenuhi aspek murah, mudah, cepat dan akurat.
Graphology melalui GraphoTest dan analisanya menjawab kebutuhan tersebut.  GraphoTest ini tidak memerlukan latar belakang pendidikan khusus untuk menjalankan dan membuat hasilnya dalam bentuk skala (GraphoGram).

Sasaran Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu:
  • Memahami aspek science dan aplikatif dari Graphology atau ilmu analisa tulisan tangan
  • Memahami aliran-aliran utama grafologi yang ada di dunia
  • Menguasai aspek-aspek analisa dalam grafologi
  • Menguasai interpretasi tulisan tangan dan konversi ke dalam GraphoGram
  • Menguasai analisa tulisan tangan untuk kasus kebohongan dan criminal
  • Mampu mempresentasikan GraphoGram kandidat dengan kecocokan posisi yang direkrut

Outline Materi

  • Pengantar Graphology
  • Aliran-aliran grafologi dan GraphoBusiness
  • Analisa Vitalitas & Tingkat Kesehatan
  • Analisa Beban Masa Lalu dan Keyakinan terhadap target & masa depan
  • Analisa kemampuan networking dan sosialisasi
  • Analisa Tingkat Motivasi Dan Tingkat Stress
  • Analisa Kemampuan Berpikir dan Bisnis
  • Analisa Kecepatan Berpikir dan Bertindak
  • Analisa Ekspresi Diri, Harga Diri, Kepercayaan Diri
  • Analisa Zona Kepribadian
  • Analisa Tanda Tangan
  • Analisa Mental Block atau aspek hambatan
  • Analisa Tingkat Kejujuran dan kasus kejahatan dari tulisan tangan
  • Metode Pembuatan GraphoGram dan Laporan Analisa Tulisan Tangan Untuk Kandidat Karyawan atau Promosi

Peserta

  • Team Recruitment/Assessment
  • HRD, Manajer, Direktur atau Owner yang berkepentingan dalam proses rekrutmen
  • Siapa saja yang ingin menguasai alat tes rekrutment

Metode Pelatihan

  • Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing).
  • Memberi contoh atas materi yang telah diterangkan
  • Setiap peserta praktek analisa dari setiap pembahasan
  • Setiap peserta praktek konversi analisa menjadi GraphoGram
  • Praktek kasus kriminal

Persyaratan Peserta

Semua peserta DIWAJIBKAN membawa tulisan tangannya sendiri, tulisan tangan minimal 3 (tiga) orang yang dikenal dan minimal 5 (lima) tulisan tangan kandidat dengan ketentuan:
  • Menulis di kertas A4 polos tanpa garis
  • Panjang tulisan minimal setengah halaman kertas, lebih panjang lebih baik
  • Gunakan pulpen/bolpoint (bukan pensil atau pena tinta) yang biasa Anda pergunakan
  • Isi atau materi tulisan bebas, Anda dapat mengawali dengan menceritakan diri Anda, tujuan hidup, aktivitas Anda saat ini atau hal-hal yang Anda ingin ketahui dari tulisan Anda atau hal lain yang ingin Anda ceritakan/tanyakan  dll.
  • Tidak perlu menyalin/membuat draft pada kertas lain, tulislah langsung pada kertas yang akan Anda berikan/kirimkan ke saya
  • Jangan meng-copy cerita dari buku atau majalah, tulis dari pikiran Anda sendiri
  • Jangan menulis puisi atau syair lagu
  • Tulislah di atas alas yang keras seperti meja kayu atau kaca
  • Di akhir tulisan berikan tanda tangan dan nama jelas
  • Di kertas lain, cantumkan informasi : umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, suku bangsa, tangan yang digunakan untuk menulis (kiri atau kanan) dan  kondisi kesehatan.

Facilitator

Yosandy LS
Yosandy L. S. adalah penulis 5 (lima) buku: "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS", "Rahasia KAYA RAYA", "Sehat itu KAYA",   "Kaya dengan GraphoSelling" dan "Dahsyatnya Tulisan Tangan".
Praktisi SDM sejak tahun 1992 sebagai Head of HR Corporate selama 22 tahun di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia bidang perkayuan, gas & chemical, pipa baja, forestry (Sinar Mas Group), minuman (Sinar Sosro), farmasi (Kalbe Farma Group), industry plastik dan developer perumahan.
Dia menjadi narasumber di berbagai media cetak, online, radio dan televisi seperti: .NET TV, ANTEVE, Global TV, Trans TV dan Trans7 TV.
Yosandy LS adalah pemegang sertifikasi:
  • Certified Handwriting Analyst
  • Certified Graphologist
  • Certified Business Coach approved by R.H. Wiwoho – IndoCoach
  • Licensed Master Practitioner of NLP (TM) approved by Richard Bandler – USA
  • Certified Master Communication Skills Practitioner approved by Ronny F. Ronodirdjo – Sinergi NLP
  • Certified Practitioner of NLP – IndoNLP
  • Licensed Practitioner of NLP (TM) approved by Richard Bandler – USA
  • Certified Communication Skills Practitioner – Sinergi NLP
  • Certified Hypnotist & Hypnotherapist approved by Yan Nurindra – IBH
  • Turbo Hypnotic Practitioner approved by Awie Suwandi – TranzWorks
Training Fee
Rp. 3.850.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 30 Sep 2016)
Rp. 4.050.000 ,- (REG before 26 Sep 2016; payment before 30 Sep 2016)
Rp. 4.550.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 10 Oct 2016)
Rp. 4.925.000 ,- (Full fare)
2 Day Workshop
HR for Non HR Manager in Competitive Business Organization
InterContinental Jakarta Midplaza /The Park Lane Hotel / Swiss-Belresidences Kalibata , Jakarta, 17-18 Oct 2016
Time : 09:00 - 17:00
Early Bird : Rp. 4.050.000,-
 
Every Manager are HR Manager. Hal tersebut tidak bisa dihindari karena hal yang penting, kalau tidak bisa dikatakan yang terpenting, ialah memanaj Sumber Daya Manusia. Dalam Manajemen HR modern, tanggung jawab memanaj manusia bukan hanya tanggung jawab Bagian HR, melainkan juga tanggung jawab masing-masing bagian, mengingat bagian masing-masing lah yang paling dekat sehingga seharusnya paling mengenal anggota timnya.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami fungsi Manajemen HR di masing-masing bagian.
  2. Memahami Dasar-Dasar Rekrutmen, Pengembangan Kompetensi, OD, PA, Talent Management, Personnel Administration, Remuneration, Termination, dan Labor Law.

Sasaran Pelatihan

Peserta memahami prinsip-prinsip Manajemen HR dan mampu menerapkannya di bagian masing-masing.

Outline Materi

  1. Memahami Fungsi Manajemen HR.
  2. Menyelaraskan visi misi perusahaan ke dalam praktek HR di bagian masing-masing
  3. Memahami Dasar-Dasar Rekrutmen
  4. Memahami cara dan fungsi Training dan Pengembangan
  5. Memahami Manajemen  OD
  6. Memahami Performance Management
  7. Memahami Talent Management
  8. Personnel Administration
  9. Memahami Manajemen Remuneration
  10. Memahami Termination
  11. Corporate Culture & Values
  12. Memahami penanganan Employee Relation & Labor Union
  13. Disciplinary Action
  14. Labor Law & Code of Conduct

Facilitator

Agus Mauludi, Psi.
Memiliki pengalaman hampir 20 tahun sebagai praktisi dalam memimpin Bagian Human Resources di Astra Group, Napan Group, dan salah satu perusahaan energi di Indonesia. Saat ini aktif sebagai pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Senior Konsultan di salah satu Konsultan Manajemen Internasional, dan Senior Trainer di Value Consult. Beberapa klien yang pernah ditangani, antara lain: Adaro Indonesia, Pertamina Persero, Telkomsel, Excelkomindo, Jamsostek, Freeport, Pemerintah Brunei, Pemerintah Timor Leste, dan lain-lain.
Agus Mauludi berlatar pendidikan sebagai Psikolog dari Universitas Indonesia. Beberapa topik yang biasa dibawakan dengan sangat baik, antara lain: Leadership, People Management, HR Management, Communication, Negotiation, Training for Trainer, Corporate Culture, dan training-training soft skill lain.
Training Fee
Rp. 3.850.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 7 Oct 2016)
Rp. 4.050.000 ,- (REG before 3 Oct 2016; payment before 7 Oct 2016)
Rp. 4.550.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 17 Oct 2016)
Rp. 4.925.000 ,- (Full fare)
2 Day Workshop
How to Identify Training Need (TNA)
InterContinental Jakarta Midplaza /The Park Lane Hotel / Swiss-Belresidences Kalibata , Jakarta, 18-19 Oct 2016
Time : 09:00 - 17:00
Early Bird : Rp. 4.050.000,-
 
  • Masih kurangnya kesadaran bahwa proses training yang efektif bermula dari langkah profesional dalam memilih program yang tepat untuk orang yang tepat
  • Masih telihat gejala bahwa training diberikan tidak berdasarkan kebutuhan nyata dari seseorang atau sekelompok orang, sehingga training tersebut tidak memberi dampak terhadap  perubahan cara kerja karyawan, karena  pengetahuan & keterampilan yang diperoleh tidak relevan dengan peran, tugas, serta aktivitas karyawan sehari-hari
  • Training dianggap sebagai obat mujarab untuk semua penyakit sehingga selalu dijadikan pilihan untuk mengatasi kinerja perusahaan yang menurun, padahal kinerja yang menurun tersebut belum tentu disebabkan oleh faktor Manusia, tapi bisa saja karena faktor System Kerja dan Sarana Kerja yang tidak memenuhi standar 

Tujuan Pelatihan

Setelah selesai mengikuti  program ini  para  peserta akan memiliki :
  • Pemahaman tentang peran TNA sebagai tahap awal dalam menentukan keberhasilan Training
  • Kesadaran bahwa training yang efektif berawal dari bagaimana memilih Program yang tepat untuk Orang yang tepat
  • Pengetahuan dan keterampilan tentang tehnik dan metode dalam melakukan Proses Identifikasi dan Analisa kebutuhan training (Training Needs Assessment) tahap demi tahap

Outline Materi

  1. Pengertian dan hakekat dari Training Needs Assessment (TNA           
  2. Peran TNA dalam memperoleh Program Training yang efektif
  3. Latar belakang mengapa TNA diperlukan  
  4. Knowledge, Skill, dan Attitude (KSA) sebagai target evaluasi dlm TNA
  5. Antara Analisa Masalah dengan Analisa Kebutuhan Training
  6. TNA dan "Performance Gap"
  7. Metode pengumpulan data dalam proses TNA
  8. Sumber data & informasi dalam proses TNA  
  9. Siapa yang berkompeten melakukan TNA, dan Mengapa
  10. Hubungan peran antara Training Mgr  dan Line Mgr dalam proses TNA  
  11. Mengenal tiga basis sebagai patokan dalam melakukan TNA  
  12. TNA yang berbasiskan Kompetensi
  13. Proses menerjemahkan Job Discription ke Activities dan Competency
  14. Proses menetapkan Program yang tepat untuk Jabatan yang tepat
  15. Menjabarkan Program utk Kebutuhan Jabatan ke Kebutuhan Perorangan  
  16. Memperoleh tingkat kemampuan perorangan dg  Survey & Proficiency Test
  17. Bagaimana merancang qoistionnaire dan bahan untuk Proficiency Test
  18. Proses TNA yang berbasiskan Program
  19. Menetapkan Sasaran dan Garis Besar Program yang ditawarkan
  20. Bagaimana menjabarkan Job Desc. ke dalam Daftar Aktivitas
  21. Proses menetapkan  orang yang tepat dalam mengikuti Program
  22. Proses TNA yang berbasiskan Kinerja
  23. Memahami System & Mekanisme Evaluasi, serta Key Indicator dan Standard
  24. Proses step by step dalam menentukan Program yang tepat untuk Orang yang tepat

Peserta

Siapa saja baik langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan fungsi Learning & Development, baik sebagai Manager / Supervisor, termasuk  personel yang menangani kegiatan Training, seperti Training Manager / Training Coordinator / Training Officer

Metode Pelatihan

Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do)yaitu

  • Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing).
  • Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan
  • Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain :  
  • Membuat Daftar aktivitas yang diterjemahkan ke Daftar Kompetensi
  • Membuat Daftar Program Training yang diperlukan berdasarkan Kompetensi dari jabatan tertentu  (Training Matrix)
  • Latihan membuat system evaluasi untuk memperoleh Orang Yang Tepat untuk dikirim mengikuti Program tertentu
  • Membuat system dan mekanisme evaluasi untuk memnentukan Program yang tepat untuk orang yang tepat (Performance-Based Training)

Durasi Pelatihan

  • Jangka Waktu Program  adalah 2 (dua) hari @ 7 jam (efektif) per hari, atau berjumlah 14 jam  (efektif)).
  • Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00, dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit.
  • Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihan dan Praktek peserta
  • Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint

Jadwal Pelatihan

DAY 1   

08.30 – 10.00

  • Pengertian dan hakekat dari Training Needs Assessment (TNA)
  • Peran TNA dalam memperoleh Program Training Yang Efektif         
  • Latar belakang mengapa TNA diperlukan  
  • Knowledge, Skills, dan Attitude (KSA)  sebagai target evaluasi dlm  TNA   
  • Antara Analisa Masalah dengan Analisa Kebutuhan Training

10.15 – 12.00

  • TNA dan "Performance Gap"  
  • Beberapa metode pengumpulan data dalam proses TNA
  • Sumber data & informasi dalam proses TNA
  • Siapa yang berkompeten melakukan TNA ?, Mengapa?
  • Hubungan peran antara Training Mgr. & Line Mgr  dalam TNA

13.00 – 15.00

  • Mengenal tiga basis sebagai patokan dalam melakukan TNA
  • TNA yang berbasiskan Kompetensi
  • Proses menerjemahkan JobDesc ke Activities dan Competency
  • Latihan : membuat Daftar Competency berdasarkan JobDesc.
  • Presentasi : setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan

15.15 – 17.00

  • Proses menetapkan Program yg tepat untuk jabatan yg tepat
  • Latihan : Membuat Daftar Program Training yang  dibutuhkan oleh setiap Posisi, berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki   
  • Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan      

DAY 2

08.30 – 10.00

  • Menjabarkan Program utk Kebutuhan Jabatan ke Kebutuhan Perorangan     
  • Memperoleh tingkat kemampuan perorangan dg Survey & Proficiency Test
  • Bagaimana merancang Qoistionnaire dan bahan Proficiecy Test  
  • Latihan : Menjabarkan Program dari Keb. Jabatan ke Perorangan,
  • Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan

10.15 – 12.00

  • Proses TNA yang berbasiskan Program   
  • Menetapkan Sasaran dan Garis Besar Program yang ditawarkan
  • Bagaimana menjabarkan Garis Besar Program ke Daftar  Keterampilan
  • Latihan : Menetapkan Program yg ditawarkan ke  dalam Daftar
  • Pengetahuan & Keterampilan yg akan diajarkan
  • Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan

13.00 – 15.00

  • Bagaimana menjabarkan Job Descriptions ke dalam Daftar Aktivitas  
  • Daftar Aktivitas vs. Daftar Pengetahuan & Keterampilan yg akan dipelajari
  • Proses menetapkan orang yg tepat untuk mengikuti Program
  • Latihan : Membuat Daftar Aktivitas, kemudian cocokkan dengan Daftar
  • Pengetahuan &  Keterampilan, utk menetapkan peserta   
  • Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan

15.15 – 17.00

  • Proses TNA yang berbasiskan Kinerja  
  • Memahami System & Mekanisme evaluasi thdp proses kerja       
  • Key Indicator, Standard, dan Formulir Evaluasi sebagai dasar TNA
  • Proses menetapkan Program yg tepat untuk Orang yang tepat
  • Latihan: Membuat System  Evaluasi  

Persyaratan Peserta

Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook

Facilitator

Semba Biawan
Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional.

Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol.   

Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain :  
 
  • Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines
  • Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student
  • Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta
  • Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong.
  • Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur
  • Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia
  • Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila
  • OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta.
  • Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur

Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada.

Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan.
 
Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center.

Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public) yang berkaitan dengan Leadership & Komunikasi, Sales & Distribusi, Customer Service, Human Resources Management & Training Management, Problem Solving &  Decision Making, dan soft skills lainnya  (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir).

Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering diminta untuk menjadi pembicara (speaker) di berbagai  seminar manajemen  yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Educational Institutions dan  Professional Associations, di samping ia juga banyak menulis di majalah dan surat kabar antara lain di Suara Karya, Bali Post, Bulletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah
SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Leadership & Komunikasi yang berjudul "Your Words Your Power" yang diterbitkan oleh Gramedia Group, diikuti oleh bukunya yang kedua yang diterbitkan oleh penerbityang sama (Gramedia Group) pada Maret 2013  yang berjudul : "Teknik Menjual Diri - Dalam Merebut Lowongan Kerja" .
Training Fee
Rp. 3.850.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 8 Oct 2016)
Rp. 4.050.000 ,- (REG before 4 Oct 2016; payment before 8 Oct 2016)
Rp. 4.550.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 18 Oct 2016)
Rp. 4.925.000 ,- (Full fare)

Venue :
Workshop akan dilaksanakan di:
Arion Swiss Belhotel (Kemang) / Hotel Harris (Tebet) / Aryaduta Suites Hotel(Semanggi)/ Ibis Arcadia Hotel / Ibis Tamarin Hotel
Hotel lainnya di Jakarta yang akan kami konfirmasikan di dalam confirmation letter
 
Training Series :
Click the list below to subscribe specific training series only, we will send as individual email :
  1. School of Training
  2. HR Management Series
  3. Managerial Skills / Soft Skills Series
  4. Production / Operation Management Series
  5. Marketing Management Series
  6. Financial Management Series
  7. Legal Series
  8. IT & Telecomunication Series
  9. All Series
 
Special Package :
Dapatkan Paket - paket Free Training dan Value Gathering bagi yang tergabung dalam anggota milist VCC ( Value Community Circle ) Untuk bergabung, Kirim email kosong ke valuecommunitycircle-subscribe@yahoogroups.com
 
Contact Us
ILP Center Building 2nd Floor, Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu 39 A Jakarta 12780
Contact Person :
Ms. Ori & Ms. Riri
More Training on 2016
Tanggal Topik Trainer Early Bird Status
6-7 Oct 2016 Improving Quality of Customer Interaction & Handling Customer Complaint Semba Biawan Rp. 4.050.000 Confirm Running
27-28 Sep 2016 Comprehensive HRIS (Human Resources Information System) Cecilia Sri Hayani Rp. 4.300.000 Confirm Running
22-23 Sep 2016 Executive Corporate Law for Non Lawyer DR. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb Rp. 4.300.000 Confirm Running
17-18 Oct 2016 HR for Non HR Manager in Competitive Business Organization Agus Mauludi, Psi. Rp. 4.050.000 Confirm Running
29-30 Sep 2016 Mastering Spreadshet Data using Ms. Excel 2007 Gede Dody Sanjaya, ST., MMKom Rp. 4.050.000 Confirm Running
13-14 Oct 2016 Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard Widodo Aryanto SE., MCom Rp. 3.850.000 Almost Running
29-30 Sep 2016 Comprehensive Supervisory Skills training G. Suardhika, MBA. Rp. 3.550.000 Almost Running
4-5 Oct 2016 Comprehensive Training Management System for Training Officer Semba Biawan Rp. 4.050.000 Almost Running
1-2 Nov 2016 Comprehensive Training Management System for Training Officer Semba Biawan Rp. 4.050.000 Almost Running
10-11 Nov 2016 Competency Based Performance Appraisal System Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Rp. 4.750.000 Almost Running
29 Sep 2016 Dealing with Difficult People Drs. Elyus Lanin, M. Si. Rp. 2.550.000 Almost Running
2 Nov 2016 Dealing with Difficult People Drs. Elyus Lanin, M. Si. Rp. 2.550.000 Almost Running
5 Oct 2016 Designing Effective Internal Communications Program Drs. Syarifudin Yunus Rp. 4.300.000 Almost Running
23 Sep 2016 General Affairs Officer Program Sih Hartono, SE., MM. Rp. 2.250.000 Almost Running
6-7 Oct 2016 Personnel Administration Development Program Sih Hartono, SE., MM. Rp. 4.050.000 Almost Running
©Copyright 2014 Value Consult, Training & People Development Consultant