Sementara itu pengurus partai Demokrat cabang Jember, Rico Nurfiansyah Ali ketika dihubungi HP/WAnya 081332987928 dan pengurus Partai Demokrat Jatim yang juga Anggota DPRD Jatim Reno Zulkarnaen ketika dihubungi HP/WAnya 08123952727 belum memberi tanggapan
Minggu, 06 September 2020
Tidak Salah Jika Masyarakat Meragukan Partai Demokrat
Sementara itu pengurus partai Demokrat cabang Jember, Rico Nurfiansyah Ali ketika dihubungi HP/WAnya 081332987928 dan pengurus Partai Demokrat Jatim yang juga Anggota DPRD Jatim Reno Zulkarnaen ketika dihubungi HP/WAnya 08123952727 belum memberi tanggapan
Rabu, 19 Agustus 2020
Partai Berkarya dan Partai Demokrat Usung Hendy Siswanto Sebagai Calon Bupati Jember Tantang Pertahana
Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana mengakui keabsahan salinan surat yang beredar luas sesuai dokumen asli rekomendasi pencalonan dari induk partainya.
"Ya benar, Partai Demokrat resmi mengusung Haji Hendy dan Gus Firjaun," tegasnya Rabu malam, 5 Agustus 2020.
Menurutnya, dokumen asli diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya.
"Selanjutnya, kami konsolidasi internal semua pengurus sampai tingkat ranting harus bersama-sama memenangkan Pilkada", katanya.
(https://nusadaily.com/regional/pilkada-jember-dapat-rekom-demokrat-hendy-siswanto-tantang-petahana.html)
Sebelumnya, Partai Berkarya akhirnya mengambil sikap resmi terkait rekomendasi partai untuk Bakal Calon Bupati di Pilkada Jember.
Partai yang didirikan oleh Tommy Soeharto Putra yang tidak lain adalah putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini diberikan Bacabup H. Hendy Siswanto
"Rekom Partai Berkarya sudah turun dan diberikan kepada H. Hendy, rekom ini diberikan langsung oleh Ketua Umum Bapak Tommy Soeharto kepada H. Hendy dengan disaksikan sejumlah pengurus DPD Partai Berkarya Jember," ujar Muhid Sekretaris DPD Partai Berkarya Jember.
Pasca turunnya rekom partai ini, Muhid mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi dan berkoordinasi dengan partai lain
"Tentu kami akan melakukan Koalisi dengan partai lain, mengingat Partai Berkarya hanya mendapat 1 ( satu ) kursi di DPRD Jember, namun kami tetap akan mengerahkan sekuat tenaga untuk memenangkan bacabup yang sudah direkom oleh ketua umum kami, seluruh kader dan pengurus sudah siap all out untuk memenangkan Pilkada Jember," ujar Muhid.
Muhid menambahkan, pemberian rekomendasi partai untuk Bacabup-Bacawabup Jember ini juga terkesan mendadak, karena DPD mendapat panggilan dari DPP untuk mendampingi rekomendasi calon bupati.
"Penyerahannya sangat mendadak, langsung Mas Tommy dan Pak Priyo Budi Santoso sendiri yang menyerahkan, dan kami serta ada anggota DPR RI dari Nasdem yang ikut menyaksikan penyerahan rekom ini," pungkas Muhid.
Partai Berkarya dan Partai Demokrat Usung Hendy Siswanto Sebagai Calon Bupati Jember Tantang Pertahana
Partai Berkarya dan Partai Demokrat Usung Hendy Siswanto Sebagai Calon Bupati Jember Tantang Pertahana
Siapa saja figur kontestan yang bakal bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember mulai terlihat. Setelah Pertahana Bupati Faida lolos persyaratan dukungan calon perseorangan, berikutnya muncul rekomendasi Partai Demokrat kepada calon Bupati Hendy Siswanto.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana mengakui keabsahan salinan surat yang beredar luas sesuai dokumen asli rekomendasi pencalonan dari induk partainya.
"Ya benar, Partai Demokrat resmi mengusung Haji Hendy dan Gus Firjaun," tegasnya Rabu malam, 5 Agustus 2020.
Menurutnya, dokumen asli diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya.
"Selanjutnya, kami konsolidasi internal semua pengurus sampai tingkat ranting harus bersama-sama memenangkan Pilkada", katanya.
(https://nusadaily.com/regional/pilkada-jember-dapat-rekom-demokrat-hendy-siswanto-tantang-petahana.html)
Sebelumnya, Partai Berkarya akhirnya mengambil sikap resmi terkait rekomendasi partai untuk Bakal Calon Bupati di Pilkada Jember.
Partai yang didirikan oleh Tommy Soeharto Putra yang tidak lain adalah putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini diberikan Bacabup H. Hendy Siswanto
"Rekom Partai Berkarya sudah turun dan diberikan kepada H. Hendy, rekom ini diberikan langsung oleh Ketua Umum Bapak Tommy Soeharto kepada H. Hendy dengan disaksikan sejumlah pengurus DPD Partai Berkarya Jember," ujar Muhid Sekretaris DPD Partai Berkarya Jember.
Pasca turunnya rekom partai ini, Muhid mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi dan berkoordinasi dengan partai lain
"Tentu kami akan melakukan Koalisi dengan partai lain, mengingat Partai Berkarya hanya mendapat 1 ( satu ) kursi di DPRD Jember, namun kami tetap akan mengerahkan sekuat tenaga untuk memenangkan bacabup yang sudah direkom oleh ketua umum kami, seluruh kader dan pengurus sudah siap all out untuk memenangkan Pilkada Jember," ujar Muhid.
Muhid menambahkan, pemberian rekomendasi partai untuk Bacabup-Bacawabup Jember ini juga terkesan mendadak, karena DPD mendapat panggilan dari DPP untuk mendampingi rekomendasi calon bupati.
"Penyerahannya sangat mendadak, langsung Mas Tommy dan Pak Priyo Budi Santoso sendiri yang menyerahkan, dan kami serta ada anggota DPR RI dari Nasdem yang ikut menyaksikan penyerahan rekom ini," pungkas Muhid.
(https://jatimtimes.com/baca/219335/20200723/180600/rekomendasi-partai-berkarya-untuk-pilkada-jember-turun-ke-h-hendy-siswanto)
Kamis, 13 Agustus 2020
Khofifah dan Risma Kompak Lawan Kebijakan Pemerintah Pusat Mengenai Proses Pembelajaran Secara Tatap Muka Pada Masa Pandemi Corona
Dalam acara ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir dan kompak duduk semeja dengan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.
Dalam salah satu paparan, Dr Windhu Purnomo pakar Epidemiologi berkesempatan memaparkan beberapa evaluasi kondisi Covid-19 di Jatim. Kota Surabaya disebut sudah seminggu ini berada di zona oranye. Hal itu dari catatan peta epidemiologi tanggal 3 sampai 9 Agustus 2020 berdasarkan 15 kriteria Satgas Covid-19 Nasional. (https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/khofifah-dan-risma-duduk-semeja-mendengar-hasil-evaluasi-covid-19-jatim/)
Kompaknya Khofifah dan Risma, juga terlihat dalam langkah nyata, dimana Khofifah telah menetapkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah tingkat SMA/SMK. Untuk zona kuning, siswa yang masuk sebanyak 50 persen sedangkan zona oranye sebanyak 25 persen. Dan salah satu lokasi kegiatan belajar tatap muka ini akan dilaksanakan di SMKN 6 kota Surabaya yang masuk zona oranye.
Untuk melaksanakan kebijakan Khofifah dan Risma tersebut, pada Rabu (12/8/2020) SMKN 6 Surabaya telah menggelar simulasi belajar tatap muka yang rencananya dimulai 18 Agustus mendatang, dimana SMKN 6 menjadi salah satu project pembukaan kegiatan sekolah tatap muka tingkat SMA/SMK di Jawa Timur, khususnya Surabaya. (https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5130695/smkn-6-surabaya-gelar-simulasi-belajar-tatap-muka-hasilnya?single=1)
Kompaknya Khofifah dan Risma ini juga tampak saat melawan kebijakan pemerintah pusat mengenai proses pembelajaran secara tatap muka pada masa pandemi corona.
Dimana berdasar SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri,yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
Inti dari SKB 4 Menteri itu adalah,pemerintah mengimplementasikan kebijakan, yakni:
1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada di zona hijau dan zona kuning.
2. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus). Sekolah diberikan fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Modul pembelajaran dan asesmen dibuat untuk mendukung pelaksanaan kurikulum darurat.
Pembelajaran tatap muka diperbolehkan di zona hijau dan kuning asalkan mendapat persetujuan dari satgas atau gugus tugas masing-masing daerah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem.
Walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan pemda setempat.
Sedangkan menurut SKB 4 Menteri itu, untuk sekolah yang berada di zona merah dan oranye, tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sekolah di zona ini (zona merah dan oranye) tetap melanjutkan Belajar dari Rumah.
(https://www.kompas.com/edu/read/2020/08/07/181318171/mendikbud-pembelajaran-tatap-muka-diperbolehkan-di-zona-kuning-pjj-pakai?page=all#page2)
Khofifah dan Risma Kompak Lawan Kebijakan Pemerintah Pusat Mengenai Proses Pembelajaran Secara Tatap Muka Pada Masa Pandemi Corona
Dalam acara ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir dan kompak duduk semeja dengan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.
Dalam salah satu paparan, Dr Windhu Purnomo pakar Epidemiologi berkesempatan memaparkan beberapa evaluasi kondisi Covid-19 di Jatim. Kota Surabaya disebut sudah seminggu ini berada di zona oranye. Hal itu dari catatan peta epidemiologi tanggal 3 sampai 9 Agustus 2020 berdasarkan 15 kriteria Satgas Covid-19 Nasional. (https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/khofifah-dan-risma-duduk-semeja-mendengar-hasil-evaluasi-covid-19-jatim/)
Kompaknya Khofifah dan Risma, juga terlihat dalam langkah nyata, dimana Khofifah telah menetapkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah tingkat SMA/SMK. Untuk zona kuning, siswa yang masuk sebanyak 50 persen sedangkan zona oranye sebanyak 25 persen. Dan salah satu lokasi kegiatan belajar tatap muka ini akan dilaksanakan di SMKN 6 kota Surabaya yang masuk zona oranye.
Untuk melaksanakan kebijakan Khofifah dan Risma tersebut, pada Rabu (12/8/2020) SMKN 6 Surabaya telah menggelar simulasi belajar tatap muka yang rencananya dimulai 18 Agustus mendatang, dimana SMKN 6 menjadi salah satu project pembukaan kegiatan sekolah tatap muka tingkat SMA/SMK di Jawa Timur, khususnya Surabaya. (https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5130695/smkn-6-surabaya-gelar-simulasi-belajar-tatap-muka-hasilnya?single=1)
Kompaknya Khofifah dan Risma ini tampaknya untuk melawan kebijakan pemerintah pusat mengenai proses pembelajaran secara tatap muka pada masa pandemi corona.
Dimana berdasar SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri,yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
Inti dari SKB 4 Menteri itu adalah,pemerintah mengimplementasikan kebijakan, yakni:
1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada di zona hijau dan zona kuning.
2. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus). Sekolah diberikan fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Modul pembelajaran dan asesmen dibuat untuk mendukung pelaksanaan kurikulum darurat.
Pembelajaran tatap muka diperbolehkan di zona hijau dan kuning asalkan mendapat persetujuan dari satgas atau gugus tugas masing-masing daerah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem.
Walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan pemda setempat.
Sedangkan menurut SKB 4 Menteri itu, untuk sekolah yang berada di zona merah dan oranye, tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sekolah di zona ini (zona merah dan oranye) tetap melanjutkan Belajar dari Rumah.
(https://www.kompas.com/edu/read/2020/08/07/181318171/mendikbud-pembelajaran-tatap-muka-diperbolehkan-di-zona-kuning-pjj-pakai?page=all#page2)
Selasa, 11 Agustus 2020
Kesalahan Bupati Bondowoso Membuat Sekretaris Daerah harus Sibuk Mengurus Hal yang Tidak Perlu Sehingga Sebabkan Pembangunan Bondowoso Terbengkelai
1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam
2. Menteri Dalam Negeri
Kamis, 06 Agustus 2020
Sekda Bondowoso Sibuk Urusan Pribadi Karena Jadi Tersangka, Beberapa Tugas Pemerintahan Diabaikan




